Ketika Digital Library Menjadi Pilihan Hibah CSR

Anak-anak dalam asuhan SOS menampilkan Tari Zapin | Foto: Rifki Feriandi

Entahlah, ketika mendengar kata digital library, telinga ini langsung sensitif. Padahal, saya bukan pustakawan. Hanya remahan rengginang di kancah relawan pustaka. Itu juga sebatas bantuin mendistribusikan hibah buku. Tapi, saya penuhi ajakan seorang teman minggu lalu ke sebuahbacara karena ya menarik. Digital Library bersambung dengan hibah Corporate Sosial Responsibility. Sederhana namun keren. Ya kan.

Bermimpi besarlah | Foto: Rifki Feriandi

Adalah Siegwerk, sebuah perusahaan keluarga yang sudah mendunia, produsen tinta cetak untuk label dan kemasan, yang memiliki acara itu. Dilakukan di SOS Children’s Village Indonesia di Kawasan Cibubur. Ya, Siegwerk mendirikan perpustakaan digital di Kampung Anak SOS Cibubur agar anak-anak di sini mendapatkan pendidikan digital yang lebih baik sehingga prospek kerja mereka di masa depan meningkat.

Kenapa digital?

Menarik menyimak paparan Herbert Forker, CEO Siegwerk pada acara pembukaan pada hari itu, 1 November.

Herbert Forker, CEO Siegwerk memberi sambutan | Foto: Rifki Feriandi

‘Dalam sistem pendidikan saat ini anak-anak membutuhkan akses ke sumber daya digital dan metode kerja karena pengalaman digital mereka akan sangat mempengaruhi prospek masa depan untuk kelayakan kerja’.

Kenapa SOS?

Bersama Gregor Hadi, Direktur Nasional SOS Children’s Villages dan anak-anak asuhnya | Foto: Rifki Feriandi

SOS Children’s Villages adalah organisasi sosial non-profit tempat pengasuhan anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua. SOS Children’s Villages Indonesia adalah salah satu dari Kampung Anak SOS yang telah berdiri di 134 negara. Dan SOS menjadi mitra ideal bagi Siegwerk dalam memberi dampak positif secara sosial.

Digital Library itu.

Dalam kunjungan ke perpustakaan, saya menjumpai ruangan sederhana dan berwarna-warni. Khas untuk menarik pengunjung untuk datang. Di sisi kanan dari pintu masuk berjejer lebih dariblima komputer keren-keren. Sementara di sisi seberangnya berdiri rak-rak buku. Komputer-komputer itu adalah bagian dari puluhan ribu Euro yang disponsori Siegwerk, selain jaringan internet, peralatan presentasi interaktif yang canggih dan fasilitas konferensi video.

Salah satu komputer hibah yang menjadi library | Foto: Rifki Feriandi

Saat coba diakses, satu komputer memperlihatkan gambar yang menarik. Ya, buku-buku pelajaran secara digital. Berbagai buku pelajaran tersedia. Dan itu sangat membantu anak-anak di lingkungan SOS Cibubur, karena mereka dapat mengaksesnya dari rumah keluarga masing-masing. Terdapat 15 rumah keluarga di sini, dan tiap rumah terkoneksi dengan akses internet dan jaringan ke perpustakaan, selain tentunya dilengkapi dengan komputer.

Video teleconference ke rumah-rumah keluarga SOS | Foto: Rifki Feriandi

Keren ya. Semoga koleksi buku digitalnya tambah banyak, dan anak-anak nya pun bersemangat mengaksesnya.

Selain hibah digital library, Siegwerk juga mendukung program YouthCan!, program nyata membantu kaum muda Indonesia untuknsiap masuk dan menghadapi dunia kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *