Empat lokasi MRT Jakarta favorit terkeren

Sore dua hari lalu saya berkesempatan menjajal Moda Raya Terpadu alias MRT Lebak Bulus – Bunderan HI. Dengan fasilitas masih gratis dan mendaftar on the spot lewat ayocobamrtj.com, saya puas-puasin menikmati moda terbaru di Indonesia. Dukuh Atas – Bunderan HI – Fatmawati – Senayan Mandiri – Bunderan HI. Sesorean itu saya dibuat BANGGA banget dengan pencapaian ini.

Semua hal yang ada dan ditemui berhasil membuat saya bahagia. Tak perlu lah membuat polemik siapa yang menginisiasi dan siapa yang mengeksekusi. Kita sama-sama bahagia saja dengan selesainya proyek yang mandeg bertahun-tahun. Dan, nikmati saja kebahagiaan mendapatkan momen yang sayang untuk dilewat begitu saja. Momen yang bisa ditemui di empat lokasi favorit saya.

1. ‘Lorong’ di Stasiun Bunderan HI

Bunderan HI adalah stasiun utama dan paling ujung Tahap 1. Dari sini pula dimulai proyek Tahap 2 menuju Kampung Bandan. Stasiun Bunderan HI itu besar sekali. Ada enam pintu keluar dari stasiun.

stasiun Bunderan HI | Foto: Rifki Feriandi


Spot favorit saya adalah jalur keluar A dan C yang menuju Kebun Kacang Raya dan Halte TransJakarya.. Disini saya temuin sebuah koridor yang cukup panjang dan diterangi lampu yang terang. Koridor ini sangat menarik karena mengingatkan saya akam koridor serupa ketika saya bekerja di Hong Kong, stasiun  Kowloon Tong. Beberapa teman pun memberi komentar bahwa koridor seperti itu persis seperti yang mereka lihat di Tokyo dan London.

Lorong keren, mirip di Hong Kong atau London atau Tokyo | Foto: Rifki Feriandi



2. Peralihan bawah tanah ke jalur atas

Spot favorite kedua adalah area peralihan dari track di bawah tanah atau subway dengan track di atas tanah. Spot ini menarik terutama ketika kereta berjalan dari bundaran HI ke lebak bulus. Ada rasa-rasa puitis gitu, ketika dari kegelapan lorong menuju cahaya terang yang luas. Lega rasanya. Apalagi setelah muncul di permukaan tanah kita menengok ke sebelah kiri. Ada sebuah bangunan sangat elegan. Putih. Indah. Syahdu. Ya. Bangunan itu adalah Masjid Agung Al Azhar Kebayoran. Sangat menarik untuk mengabadikan area ini dalam bentuk foto atau video karena area ini sudah direnovasi dan terlihat sangat bagus. Apalagi jika berfotonya dilakukan pada saat sore hari ketika lampu-lampu mulai hidup.

3. Pintu keluar Stasiun Senayan

Pintu keluar Stasiun Senayan. Tunggu sedikit menjelang Magrib, akan terlihat lebih indah | Foto: Rifki Feriandi


Sesuatu yang menarik terkadang bisa dilihat dari area yang kita tidak duga. Dalam perjalanan keluar dari Stasiun Senayan di Exit di depan Kementerian Pendidikan, saya dibuat cukup terpana dengan pemandangan yang dihadapi. Gedung-gedung pencakar langit di area SCBD yang sangat indah di sore hari itu dengan lampu-lampu yang mulai menyala. Rasanya terlihat sangat artistik apalagi jika difoto oleh seseorang yang memiliki kemampuan fotografis. Hasilnya akan jauh lebih bagus dibanding foto saya ini.

Keren kan? | Foto: RIfki Feriandi



4. Stasiun Fatmawati

Nah ini adalah lokasi favorit saya sepanjang jalur MRT Jakarta. Saya bisa betah berlama-lama di stasiun ini untuk menikmati pemandangan yang keren nian. Stasiun Fatmawati sangat menarik di keempat arah mata anginnya. Beruntung saya mendapatkan pemandangan yang sangat menarik pada sore hari sekitar jam 05.00 sampai 05.30 dengan udara yang cerah dan terang.

Stasiun Fatmawati | Foto: RIfki Feriandi


Di sisi Selatan Stasiun Fatmawati, saya dihadapkan dengan pemandangan indah dua gunung yang menjadi tujuan pendakian yaitu Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak. Dengan langit yang terang dan udara yang cerah, kedua gunung itu tampak berwarna biru di kejauhan.

Sisi Utara, gedung tinggi di latar belakang diteduhi langit biru | Foto: Rifki Feriandi

Sementara itu di sisi Utara, kita akan menemui calon siluet yang menarik dari gedung-gedung pencakar langit yang berada di sekitaran Jakarta pusat. Apalagi jika saat itu udara mendukung sehingga birunya langit Jakarta antara terlihat dan menambah indah.

Di sisi lain, Timur, kita akan melihat jalan TB Simatupang dan berbagai gedung di kiri kanannya. Satu yang menarik di sisi ini adalah refleksi dari cahaya matahari terbenam yang dipantulkan oleh salah satu gedung di sebelah utara. Namun ternyata ada objek lain yang lebih dan sangat menarik dari sisi Timur ini.  Itu adalah ketika kita bisa melihat datangnya kereta MRT yang berbelok dari Jalan Fatmawati ke Jalan TB simatupang. Berbeloknya kereta yang menghampiri kita yang berada di stasiun akan sangat bagus sekali untuk direkam dalam bentuk video.

Cahaya oranye matahari terbenam di Sisi Barat membuat suasana indah | Foto: Rifki Feriandi

Sisi yang paling saya sukai di Stasiun Fatmawati adalah sisi Barat. Sisi ini sangat menarik terutama pada saat sore hari dan udara cerah di mana kita bisa melihat matahari terbenam di ufuk barat dengan posisi yahh sejajar dengan mata kita. Sebuah segmen indah tercipta ketika kereta meninggalkan stasiun ke arah lebak bulus terlihat seperti berjalan dari sebuah lorong menuju cahaya terang. Terlihat sangat indah sekaligus puitis.

Saat kereta meninggalkan stasiun, bak menuju cahaya sore | Video: Rifki Feriandi


Itulah empat spot area yang sangat saya sukai di sepanjang jalur MRT Lebak Bulus Bundaran HI. Tentu saja masih banyak area yang disukai para pembaca tergantung kepada kesukaan dan interest masing-masing.

Selamat menikmati moda transportasi baru di Jakarta dan jangan lupa rawatlah fasilitas-fasilitas nya dan jaga kebersihan stasiun-stasiun nya.

2 comments

  1. Charles

    Keren banget pengen nyoba euw

    1. rifkifer

      coba brader …keren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *